Apa Itu Moving Average? Pengertian, Rumus, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Last updated: 01/10/2026

Moving average adalah salah satu indikator teknikal yang paling banyak dipakai trader dan investor untuk membaca tren harga. Garisnya menghaluskan pergerakan harga yang naik-turun tidak beraturan, sehingga arah pasar lebih mudah diamati. Indikator ini tersedia di hampir semua platform charting dan bisa diterapkan pada saham, forex, kripto, komoditas, maupun indeks.

Panduan ini membahas definisi, rumus perhitungan SMA, EMA, dan WMA, cara membaca garis di grafik, arti periode populer seperti EMA 12, 26, 20, 50, dan 200, contoh penerapan dalam analisis, sampai keterbatasan dan kesalahan yang sering terjadi. Isinya cocok untuk pemula maupun trader ritel yang ingin memahami indikator ini secara utuh. Untuk materi edukasi trading lain, lihat juga sumber belajar dari WeMasterTrade.

Apa Itu Moving Average?

Moving average adalah rata-rata harga suatu aset dalam periode tertentu yang terus bergerak mengikuti data terbaru. Setiap kali muncul data harga baru, perhitungan diperbarui dan data paling lama dikeluarkan dari hitungan. Hasilnya berupa garis yang lebih halus dibanding grafik harga mentah.

Fungsi utamanya menyaring noise. Harga pasar bergerak naik-turun setiap saat karena berbagai faktor, mulai dari rilis berita, aliran order besar, hingga sentimen jangka pendek. Garis rata-rata membantu memfilter fluktuasi kecil tersebut agar arah dominan terlihat lebih jelas.

Ilustrasi garis moving average pada grafik harga
Garis moving average menghaluskan pergerakan harga agar tren lebih mudah dibaca.

Moving average adalah indikator untuk membaca tren harga

Dalam analisis teknikal, moving average adalah alat utama untuk mengenali konteks tren. Garis yang miring ke atas menunjukkan tren naik dominan dalam periode tersebut. Garis yang miring ke bawah menandai tren turun. Garis yang mendatar menandakan pasar bergerak datar atau sideways.

Indikator ini tidak memprediksi harga masa depan. Fungsinya memetakan apa yang sudah terjadi pada data, lalu memberi konteks untuk analisis berikutnya. Keputusan trading tetap membutuhkan pertimbangan lain, bukan hanya satu garis di grafik.

Mengapa indikator ini disebut lagging?

Moving average disebut indikator lagging karena perhitungannya memakai data harga sebelumnya. Nilai hari ini dibentuk dari sekumpulan harga masa lalu, sehingga garis selalu bereaksi dengan jeda terhadap perubahan harga.

Akibatnya, saat harga berbalik arah dengan tajam, garis butuh waktu untuk menyesuaikan. Makin panjang periode yang dipakai, makin besar jeda tersebut. Sifat ini wajar dan justru menjadi alasan garis terlihat halus. Memahaminya penting supaya trader tidak berharap garis bergerak secepat harga, terutama di pasar yang berubah cepat.

Data harga apa yang dipakai?

Secara default, sebagian besar platform memakai harga penutupan (close) karena dianggap mewakili kesepakatan akhir pasar pada satu periode. Namun, pengguna biasanya bisa mengganti sumber data menjadi harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), atau rata-rata seperti (high + low) / 2. Untuk pemula, harga penutupan sudah cukup dan paling umum dipakai dalam materi edukasi.

Cara Menghitung Moving Average

Cara perhitungan tergantung jenisnya. Tiga jenis yang paling sering dibahas adalah Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), dan Weighted Moving Average (WMA). SMA paling mudah dipahami, jadi pembahasan dimulai dari sana.

Rumus Simple Moving Average (SMA)

SMA dihitung dengan menjumlahkan harga dalam periode yang dipilih, lalu membaginya dengan jumlah periode. Harga yang dipakai biasanya harga penutupan (closing price).

Rumusnya:

  • SMA = (jumlah harga penutupan selama n periode) / n

Nilai n adalah jumlah periode. Periode 20 pada grafik harian berarti rata-rata harga penutupan 20 hari terakhir. Periode 20 pada grafik 1 jam berarti rata-rata 20 candle 1 jam terakhir.

Contoh perhitungan SMA sederhana

Misalkan harga penutupan 5 hari terakhir adalah 100, 102, 101, 104, dan 103. Maka SMA 5 hari:

  • Jumlah = 100 + 102 + 101 + 104 + 103 = 510
  • SMA = 510 / 5 = 102

Hari berikutnya muncul harga baru, misalnya 106. Harga paling lama (100) dikeluarkan, lalu data baru dimasukkan:

  • Jumlah = 102 + 101 + 104 + 103 + 106 = 516
  • SMA = 516 / 5 = 103,2

Terlihat bahwa garis “bergerak” mengikuti data terbaru. Inilah asal istilah moving. Pembahasan lebih dalam ada di panduan simple moving average.

Cara kerja perhitungan EMA

EMA memberi bobot lebih besar pada data harga terbaru. Harga terkini dianggap lebih relevan dibanding harga lama, sehingga garis bereaksi lebih cepat terhadap perubahan.

Rumus yang umum dipakai:

  • Multiplier = 2 / (n + 1)
  • EMA hari ini = (harga penutupan hari ini – EMA kemarin) x multiplier + EMA kemarin

Untuk nilai awal, EMA biasanya memakai SMA pada periode yang sama sebagai titik mulai. Melanjutkan contoh di atas dengan periode 5, multiplier = 2 / (5 + 1) = 0,333. Jika EMA awal 102 dan harga baru 106:

  • EMA = (106 – 102) x 0,333 + 102 = 103,33

Bandingkan dengan SMA pada data yang sama, yaitu 103,2. EMA bergerak sedikit lebih dekat ke harga terbaru. Dalam praktik, Anda tidak perlu menghitung manual setiap hari karena platform charting melakukannya otomatis. Rincian rumus dan penerapannya dibahas di halaman exponential moving average.

Cara kerja Weighted Moving Average (WMA)

WMA juga memberi bobot lebih besar pada data terbaru, tetapi bobotnya bertambah secara linear. Pada periode 5, harga paling lama diberi bobot 1, berikutnya 2, dan seterusnya hingga harga terbaru diberi bobot 5. Total bobot = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15.

Memakai data 100, 102, 101, 104, 103:

  • (100 x 1) + (102 x 2) + (101 x 3) + (104 x 4) + (103 x 5) = 1.538
  • WMA = 1.538 / 15 = 102,53

Hasilnya lebih tinggi dari SMA (102) karena harga-harga terakhir yang lebih tinggi mendapat bobot lebih besar. WMA lebih jarang dipakai dibanding SMA dan EMA, tetapi berguna untuk memahami konsep pembobotan.

Jenis Moving Average yang Umum Digunakan

Dua jenis yang paling sering muncul di platform dan materi edukasi adalah SMA dan EMA. Keduanya menampilkan garis rata-rata, tetapi cara merespons harga berbeda.

Perbandingan garis SMA dan EMA pada satu grafik
SMA dan EMA menampilkan rata-rata harga dengan respons yang berbeda.

Simple Moving Average (SMA)

SMA menghitung rata-rata harga secara merata dalam periode terpilih. Setiap data punya bobot sama. Hasilnya garis lebih halus dan stabil, tetapi lebih lambat bereaksi terhadap perubahan harga mendadak.

SMA cocok untuk melihat tren jangka lebih panjang karena tidak mudah terganggu lonjakan harga sesaat. Banyak analis memakai SMA 200 pada grafik harian sebagai acuan umum kondisi tren jangka panjang.

Exponential Moving Average (EMA)

EMA menekankan harga terbaru, sehingga lebih cepat merespons pergerakan harga. Garisnya lebih dekat dengan aksi harga terkini dibanding SMA pada periode yang sama.

Kecepatan respons ini punya dua sisi. EMA lebih cepat menangkap perubahan tren, tetapi juga lebih sering memberi sinyal palsu saat harga bergejolak tanpa arah jelas.

Perbedaan SMA, EMA, dan WMA

Aspek SMA EMA WMA
Bobot data Merata Eksponensial, lebih besar pada harga terbaru Linear, lebih besar pada harga terbaru
Respons Paling lambat Cepat Cepat
Kehalusan garis Paling halus Lebih reaktif Lebih reaktif
Sinyal palsu Lebih jarang Lebih sering saat pasar bergejolak Lebih sering saat pasar bergejolak
Kemudahan dipahami Sangat mudah Sedang Sedang
Cocok untuk Tren jangka panjang Respons cepat, trading aktif Analisis yang menekankan data terbaru

Tidak ada yang mutlak lebih baik. Pilihan tergantung gaya analisis, kerangka waktu, dan kondisi pasar. Yang lebih penting adalah konsisten memakai pengaturan yang sama dan memahami karakteristiknya.

Cara Membaca Moving Average pada Grafik

Membaca indikator ini bukan sekadar melihat garis. Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan: arah garis, posisi harga terhadap garis, dan persilangan antar garis.

Membaca arah garis untuk mengenali tren

Amati kemiringan garis. Garis naik menandai dominasi pembeli, garis turun menandai tekanan jual, dan garis mendatar menandai pasar tanpa arah kuat. Kemiringan yang curam biasanya mencerminkan momentum lebih kuat dibanding kemiringan landai. Namun, kemiringan ini hanya konteks tren, bukan kepastian arah harga ke depan.

Memahami posisi harga terhadap garis

Harga di atas garis sering dibaca sebagai kondisi bullish relatif terhadap rata-rata periode itu. Harga di bawah garis dibaca bearish. Jarak harga dari garis juga memberi informasi: harga yang menjauh terlalu jauh dari rata-rata kadang cenderung kembali mendekat, meski hal ini tidak selalu terjadi.

Posisi harga adalah bahan analisis, bukan sinyal tunggal untuk membeli atau menjual.

Moving average sebagai support dan resistance dinamis

Dalam tren naik, garis kadang berperan sebagai area support dinamis tempat harga memantul setelah koreksi. Dalam tren turun, garis bisa berperan sebagai resistance dinamis. Disebut dinamis karena levelnya berubah mengikuti data terbaru, berbeda dengan support-resistance horizontal yang tetap.

Perilaku ini tidak berlaku setiap saat. Harga bisa menembus garis tanpa memantul, terutama saat ada berita besar atau perubahan tren. Anggap garis sebagai area perhatian, lalu tunggu konfirmasi dari reaksi harga.

Mengenali crossover

Crossover adalah persilangan dua moving average dengan periode berbeda. Saat garis periode pendek memotong ke atas garis periode panjang, sebagian trader membacanya sebagai potensi momentum naik. Sebaliknya, pemotongan ke bawah dibaca sebagai potensi momentum turun.

Ada juga crossover antara harga dan satu garis, misalnya harga menutup di atas EMA 50 setelah lama berada di bawahnya. Jenis ini bereaksi lebih cepat, tetapi juga lebih rawan sinyal palsu.

Crossover adalah sinyal potensial, bukan jaminan. Karena indikatornya lagging, persilangan sering terjadi setelah sebagian pergerakan berlalu. Banyak trader scalping memakai kombinasi indikator untuk konfirmasi; contohnya di strategi scalping terbaik yang menggabungkan EMA dengan RSI.

Golden cross dan death cross

Istilah golden cross umumnya merujuk pada persilangan MA 50 ke atas MA 200 pada grafik harian. Death cross adalah kebalikannya, yaitu MA 50 memotong ke bawah MA 200. Keduanya populer di media keuangan karena dianggap menandai potensi perubahan tren jangka panjang.

Perlu diingat, kedua sinyal ini sangat lambat. Pada saat persilangan terjadi, harga sering sudah bergerak cukup jauh. Di pasar yang bergerak bolak-balik, golden cross dan death cross juga bisa muncul bergantian dalam waktu berdekatan sehingga menyesatkan.

Memahami Periode Populer: EMA 12, 26, 20, 50, dan 200

Angka di belakang EMA atau SMA menunjukkan jumlah periode data yang dipakai. Makin kecil angkanya, makin cepat garis bereaksi. Makin besar angkanya, makin halus dan lambat garisnya.

Apa arti EMA 12 dan EMA 26?

EMA 12 memakai 12 periode terakhir, EMA 26 memakai 26 periode. EMA 12 lebih responsif karena fokus pada data yang lebih sedikit dan baru. EMA 26 lebih halus karena mencakup rentang lebih panjang. Selisih keduanya menjadi dasar perhitungan indikator MACD, sehingga pasangan periode ini sangat dikenal di kalangan trader.

Apakah EMA 20 lebih baik daripada EMA 50?

Tidak ada jawaban mutlak. EMA 20 bereaksi lebih cepat dan sering dipakai untuk membaca tren jangka pendek hingga menengah. EMA 50 lebih halus dan sering dipakai sebagai acuan tren jangka menengah hingga panjang.

Kegunaan tiap periode tergantung tujuan analisis, kerangka waktu, dan kondisi pasar. Periode pendek menangkap pergerakan lebih cepat tetapi rawan sinyal palsu. Periode panjang lebih stabil tetapi lambat. Pilih sesuai gaya, bukan berdasarkan asumsi bahwa satu angka lebih unggul.

Ringkasan periode yang sering dipakai

Periode Karakter Penggunaan umum
9 – 12 Sangat responsif Momentum jangka pendek, scalping, day trading
20 – 21 Responsif Tren jangka pendek-menengah, area pullback
50 Seimbang Tren jangka menengah, filter arah
100 Halus Tren menengah-panjang
200 Sangat halus dan lambat Acuan tren jangka panjang pada grafik harian

Angka-angka di atas populer karena banyak dipakai, bukan karena memiliki keistimewaan matematis. Karena banyak pelaku pasar memantau periode yang sama, reaksi harga di sekitar garis tersebut kadang lebih terlihat.

Cara Menggunakan Moving Average dalam Analisis

Memahami konsep belum cukup. Penerapan di grafik membutuhkan penyesuaian periode, kerangka waktu, dan kombinasi dengan alat lain agar pembacaan lebih seimbang.

Penggunaan moving average dalam analisis grafik trading
Moving average lebih efektif dipakai bersama alat analisis lain.

Menyesuaikan periode dengan kerangka waktu

Pilihan periode memengaruhi kehalusan dan kecepatan respons garis. Trader jangka pendek seperti scalper cenderung memakai periode kecil pada time frame rendah, misalnya EMA 9 atau 20 pada grafik 1 atau 5 menit. Swing trader sering memakai EMA 20 dan 50 pada grafik 4 jam atau harian. Investor jangka panjang memakai periode besar seperti 100 atau 200 pada time frame harian atau mingguan.

Gaya cepat juga menuntut pengaturan risiko yang disiplin karena frekuensi transaksi tinggi. Materi terkait pengelolaan modal untuk gaya ini ada di panduan belajar scalping saham.

Memakai moving average sebagai filter tren

Salah satu penggunaan paling sederhana adalah sebagai filter arah. Contohnya, trader hanya mencari peluang beli saat harga berada di atas EMA 50 dan garisnya miring naik, serta hanya mencari peluang jual saat harga berada di bawah garis yang miring turun. Pendekatan ini tidak memberi titik masuk, tetapi membantu menghindari posisi yang melawan tren dominan.

Contoh skenario pullback ke garis rata-rata

Dalam tren naik, harga jarang bergerak lurus. Biasanya ada koreksi sebelum melanjutkan kenaikan. Sebagian trader menunggu harga turun mendekati EMA 20 atau EMA 50, lalu mengamati reaksi harga di area itu, misalnya munculnya candle penolakan atau kenaikan volume. Jika harga justru menutup jauh di bawah garis, skenario pullback dianggap gagal.

Skenario ini hanya ilustrasi cara berpikir, bukan strategi yang pasti menguntungkan. Setiap rencana tetap perlu stop loss, ukuran posisi yang wajar, dan pengujian pada data historis sebelum dipakai.

Menggunakan beberapa garis sekaligus

Kombinasi dua atau tiga garis, misalnya EMA 20, 50, dan 200, membantu melihat tren pada beberapa lapisan waktu. Saat ketiganya tersusun rapi dengan periode pendek di atas periode panjang dan semuanya miring naik, tren naik dianggap lebih tertata. Saat garis-garis saling menjalin dan mendatar, pasar cenderung sideways. Hindari memasang terlalu banyak garis karena grafik justru menjadi sulit dibaca.

Menggabungkan moving average dengan analisis lain

Indikator ini sebaiknya menjadi salah satu alat, bukan dasar keputusan tunggal. Banyak trader menggabungkannya dengan volume, support-resistance horizontal, pola harga, atau indikator momentum seperti RSI. Pendekatan multi-faktor membantu mengurangi sinyal palsu karena sebuah peluang baru dipertimbangkan jika beberapa alat memberi gambaran yang searah. Lihat juga strategi scalping forex terbaik dan high win rate scalping strategy untuk contoh kombinasi alat.

Moving average dibanding indikator lain

Indikator Fokus utama Hubungan dengan moving average
Moving average Arah dan konteks tren Dasar bagi banyak indikator lain
MACD Momentum dan perubahan tren Dihitung dari selisih EMA 12 dan EMA 26
RSI Kekuatan momentum, kondisi jenuh beli/jual Sering dipakai sebagai konfirmasi sinyal MA
Bollinger Bands Volatilitas Garis tengahnya umumnya SMA 20

Kelebihan dan Keterbatasan Moving Average

Seperti indikator lain, moving average punya manfaat dan batasan. Memahami keduanya mencegah ekspektasi berlebihan.

Kelebihan untuk menyederhanakan pergerakan harga

  • Menghaluskan noise sehingga arah tren lebih mudah dilihat.
  • Mudah dipahami dan tersedia di hampir semua platform charting.
  • Fleksibel untuk berbagai aset dan kerangka waktu.
  • Dapat berfungsi sebagai support atau resistance dinamis.
  • Menjadi dasar banyak indikator lain sehingga memudahkan pemahaman analisis teknikal lebih lanjut.

Keterbatasan saat harga bergerak cepat atau sideways

  • Sifat lagging membuat sinyal muncul terlambat.
  • Di pasar sideways, garis sering memberi sinyal palsu berulang.
  • Crossover bisa terlambat saat harga berbalik tajam.
  • Tidak memprediksi arah, hanya memetakan data masa lalu.
  • Gap harga dan lonjakan karena berita bisa membuat garis tertinggal jauh dari harga.

Kesalahan Umum Saat Memakai Moving Average

Banyak masalah dalam pemakaian indikator ini bukan berasal dari indikatornya, tetapi dari cara memakainya. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi:

  • Mengandalkan satu sinyal tanpa konfirmasi. Crossover atau sentuhan garis langsung dijadikan alasan masuk posisi tanpa melihat konteks lain.
  • Memakai di pasar sideways. Indikator tren bekerja kurang baik saat harga bergerak datar, sehingga sinyal beli dan jual muncul bergantian.
  • Sering mengganti periode. Mengubah pengaturan setiap kali sinyal gagal membuat analisis tidak konsisten dan sulit dievaluasi.
  • Terlalu banyak garis di grafik. Lima atau enam garis sekaligus justru membingungkan dan memicu keraguan.
  • Mengabaikan kerangka waktu lebih besar. Sinyal naik di grafik 5 menit bisa berlawanan dengan tren turun di grafik harian.
  • Tanpa manajemen risiko. Tidak memasang stop loss atau memakai ukuran posisi terlalu besar karena yakin pada satu sinyal.

Kesalahan terakhir sangat berisiko pada akun funded yang punya batas kerugian harian dan total yang ketat. Satu keputusan berdasarkan sinyal tunggal bisa membuat akun melanggar aturan. Baca kesalahan scalping akun funded breach dan pengembangan keterampilan di scalping master.

Checklist Sebelum Mengambil Keputusan dengan Moving Average

  1. Tentukan kerangka waktu utama dan cek arah tren di time frame yang lebih besar.
  2. Pastikan pasar sedang trending, bukan sideways, dengan melihat kemiringan dan susunan garis.
  3. Periksa posisi harga terhadap garis dan jaraknya dari rata-rata.
  4. Cari konfirmasi tambahan dari volume, pola harga, support-resistance, atau indikator momentum.
  5. Perhatikan jadwal rilis berita penting yang bisa memicu lonjakan harga.
  6. Tentukan titik stop loss dan target sebelum masuk posisi.
  7. Hitung ukuran posisi agar risiko per transaksi tetap dalam batas rencana.
  8. Catat hasil di jurnal trading untuk evaluasi berkala.

Kesimpulan

Moving Average adalah alat dasar yang membantu menyederhanakan pembacaan tren serta menentukan area support dan resistance dinamis secara efektif. Namun, karena sifatnya sebagai lagging indicator dan sering memberi sinyal palsu saat pasar bergerak sideways, MA sebaiknya tidak digunakan secara berdiri sendiri.

Untuk mencapai kesuksesan dalam trading, kombinasikan Moving Average dengan alat konfirmasi lain (seperti Volume, RSI, atau pola harga) dan selalu disiplin menerapkan manajemen risiko yang ketat dalam setiap transaksi.

Pertanyaan Umum tentang Moving Average

Apa itu moving average indicator?

Moving average indicator adalah alat analisis teknikal yang menampilkan garis rata-rata harga dalam periode tertentu di grafik. Fungsinya menghaluskan fluktuasi harga agar arah tren lebih jelas terbaca.

Apa bedanya moving average dengan indikator momentum?

Moving average berfokus menampilkan rata-rata harga dan arah tren. Sementara itu, indikator momentum seperti RSI mengukur kecepatan atau kekuatan pergerakan harga. Menggabungkan keduanya membantu Anda memahami tren utama sekaligus menilai apakah kekuatan beli/jual saat ini masih kuat atau sudah melemah.

Manakah garis MA yang sebaiknya digunakan untuk trading jangka pendek (Scalping/Day trading)?

Untuk trading jangka pendek, garis EMA periode pendek seperti EMA 9, EMA 20, atau EMA 50 pada timeframe kecil (M1, M5, M15) biasanya lebih diprioritaskan. Grafik EMA bereaksi cepat terhadap harga terkini, sehingga membantu trader menangkap momentum dan merespons perubahan jangka pendek dengan lebih sigap.

Apakah indikator Moving Average efektif untuk semua jenis aset?

Ya. Moving Average dapat diterapkan dengan baik pada saham, forex, kripto, komoditas, maupun indeks. Selama pasar memiliki likuiditas yang cukup tinggi dan membentuk tren yang jelas, indikator ini akan memberikan fungsi analisis yang efektif.

Bergabunglah dengan Tim Perdagangan
Kami!

Star Star Star Star Star Mitra Transparansi FXVERIFY

Klien diberikan akun yang berisi dana virtual sebagai bagian dari model perdagangan kami yang didanai. Aktivitas perdagangan mereka di akun virtual direplikasi secara real-time oleh algoritma eksklusif kami ke akun perdagangan perusahaan langsung kami, sehingga menghasilkan arus kas aktual.

Penutupan Kinerja Hipotetis

Hasil kinerja hipotetis memiliki banyak keterbatasan yang melekat, beberapa di antaranya dijelaskan di bawah ini. Tidak ada pernyataan yang dibuat bahwa akun mana pun kemungkinan akan memperoleh imbalan atau kerugian berbasis kinerja serupa dengan yang ditunjukkan. Seringkali terdapat perbedaan tajam antara hasil kinerja hipotetis dan hasil aktual yang dicapai oleh program perdagangan tertentu. Salah satu keterbatasan hasil kinerja hipotetis adalah bahwa hasil kinerja tersebut umumnya disusun dengan melihat ke belakang. Selain itu, perdagangan hipotetis tidak melibatkan risiko finansial, dan tidak ada catatan perdagangan hipotetis yang dapat sepenuhnya menjelaskan dampak risiko finansial pada perdagangan sebenarnya. Misalnya, kemampuan untuk menahan kerugian atau mematuhi program perdagangan tertentu meskipun mengalami kerugian perdagangan adalah hal yang penting, yang juga dapat berdampak buruk pada hasil perdagangan sebenarnya. Ada banyak faktor lain yang terkait dengan pasar secara umum atau penerapan program perdagangan tertentu, yang tidak dapat sepenuhnya diperhitungkan dalam penyusunan hasil kinerja hipotetis, dan semuanya dapat berdampak buruk pada hasil perdagangan. Testimonial yang muncul di situs web ini mungkin tidak mewakili klien atau pelanggan lain dan bukan merupakan jaminan kinerja atau kesuksesan di masa depan.

Pengungkapan Kinerja Hipotetis – Peraturan CFTC 4.41

Hasil perdagangan yang disimulasikan atau hipotetis memiliki keterbatasan yang melekat. Tidak seperti catatan kinerja sebenarnya, catatan tersebut tidak mewakili aktivitas perdagangan nyata dan mungkin dirancang untuk melihat ke belakang. Tidak ada pernyataan yang dibuat bahwa akun mana pun akan, atau kemungkinan besar, memperoleh keuntungan atau kerugian serupa dengan yang ditunjukkan atau tersirat.

Pengungkapan Risiko

Ini bukan peluang investasi. Anda tidak menyetor dana apa pun untuk investasi. Kami tidak meminta dana apa pun untuk investasi. Anda tidak akan pernah mempertaruhkan modal Anda sendiri. Tidak ada janji imbalan atau imbalan. Perdagangan mengandung risiko besar dan bukan untuk setiap investor. Seorang investor bisa kehilangan seluruh atau lebih dari investasi awal. Modal risiko adalah uang yang dapat hilang tanpa membahayakan keamanan finansial atau gaya hidup seseorang. Hanya modal risiko yang boleh digunakan untuk perdagangan, dan hanya mereka yang memiliki modal risiko memadai yang boleh mempertimbangkan perdagangan. Kinerja masa lalu belum tentu menunjukkan hasil di masa depan.

Pengungkapan Kompensasi Pelanggan

Semua perdagangan yang disajikan untuk kompensasi pelanggan harus dianggap hipotetis dan tidak diharapkan untuk direplikasi dalam lingkungan simulasi perdagangan. Semua akun dalam program WeMasterTrade dapat mewakili akun perdagangan simulasi. Pembayaran dikumpulkan dan difasilitasi oleh Diretio Holding Ltd (Nomor Registrasi: HE 481457), Aiolou & Panagioti Diomidous 9, Katholiki, 3020 Limassol, Siprus, bertindak sebagai Agen Pembayaran atas nama WeMasterTrade, dengan entitas yang berlaku ditentukan berdasarkan lokasi pengguna dan metode pembayaran yang dipilih.

Proses Penyelesaian Pengaduan

Jika Anda yakin berhak atas kompensasi karena kesalahan platform atau kerusakan sistem, silakan hubungi [email protected] dalam waktu 7 hari setelah kejadian. Tim kami akan meninjau dan merespons dalam 5 hari kerja. Jika pengaduan tersebut valid, maka kompensasi akan diproses dalam waktu 14 hari kerja.

Kompensasi terbatas pada nilai biaya layanan yang dibayarkan untuk akun yang terkena dampak. WeMasterTrade tidak bertanggung jawab atas kerugian yang diakibatkan oleh kondisi pasar, kesalahan pengguna, atau gangguan layanan pihak ketiga.

Negara yang Dibatasi

WeMasterTrade tidak menyediakan layanan akun perdagangan untuk penduduk Vietnam, Israel, Rusia, Korea Utara, Iran, dan beberapa negara lainnya.

Platform Metatrader 5 tidak menyediakan layanan akun perdagangan untuk penduduk Vietnam, AS, Kanada, Israel, Rusia, Korea Utara, Iran, dan beberapa negara lainnya.

Chat
Complaint & Review Form