Panduan Cara Menggunakan Moving Average pada Grafik Harga

Last updated: 16/09/2026

cara menggunakan moving average dimulai dengan memilih jenis dan periode MA, membaca arah garis, lalu membandingkan posisi harga terhadap indikator. Moving average membantu trader melihat kecenderungan pasar, tetapi tidak dapat memprediksi pergerakan harga secara pasti.

Indikator ini dapat diterapkan pada forex, saham, indeks, komoditas, dan aset kripto. Prinsip pembacaannya relatif sama, meski volatilitas dan karakter setiap pasar berbeda. Panduan ini membahas penggunaan praktis moving average dari pemasangan indikator sampai evaluasi sinyal. Materi edukasi pasar lain juga tersedia melalui WeMasterTrade.

Ringkasan cara menggunakan moving average

Moving average atau MA menghitung rata-rata harga selama sejumlah periode. Hasil perhitungan tampil sebagai garis yang bergerak mengikuti harga. Trader memakai garis tersebut untuk menyaring fluktuasi kecil, mengenali tren, dan mencari area reaksi harga.

Tiga langkah dasar menggunakan MA

  1. Pilih jenis dan periode MA. Gunakan SMA bila membutuhkan garis lebih halus atau EMA bila membutuhkan respons lebih cepat terhadap harga terbaru.
  2. Baca arah garis dan posisi harga. Garis menanjak dengan harga di atas MA menunjukkan konteks bullish. Garis menurun dengan harga di bawah MA menunjukkan konteks bearish.
  3. Tunggu konfirmasi. Periksa struktur harga, support, resistance, pola candlestick, serta rasio risiko terhadap potensi hasil sebelum membuat keputusan.

Trader pemula sebaiknya memakai satu atau dua garis terlebih dahulu. Grafik yang dipenuhi banyak MA cenderung sulit dibaca dan dapat menghasilkan informasi yang saling bertentangan. Pemahaman dasar tentang grafik dapat dilengkapi melalui materi belajar trading dan skill dasar.

Moving average bukan sinyal pasti

MA termasuk lagging indicator. Perhitungannya memakai data masa lalu sehingga sinyal baru muncul setelah harga mulai bergerak. Indikator ini lebih tepat dipakai sebagai alat konfirmasi dan penyaring tren daripada alat prediksi mandiri.

Kelemahannya terlihat saat pasar sideways. Harga dapat bergerak bolak-balik melewati MA, sementara dua garis MA berpotongan berkali-kali. Kondisi tersebut menghasilkan sinyal palsu atau whipsaw. Karena itu, setiap sinyal tetap membutuhkan stop loss dan ukuran posisi yang terukur.

Apa itu moving average dan fungsinya?

Moving average adalah rata-rata bergerak dari harga suatu aset selama periode tertentu. Jika pengaturan memakai periode 20, indikator menghitung data dari 20 candle terakhir. Ketika candle baru terbentuk, data paling lama keluar dari perhitungan dan data terbaru masuk.

Harga penutupan menjadi sumber data paling umum. Namun, platform charting biasanya juga menyediakan pilihan harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, atau kombinasi beberapa data harga. Penjelasan konsep dan karakter indikator dapat dibaca lebih lanjut dalam panduan indikator moving average.

Mengapa garis MA terlihat mengikuti harga?

Garis MA bergerak lebih lambat karena nilainya berasal dari rata-rata beberapa candle, bukan hanya harga saat ini. Semakin besar periode, semakin banyak data yang dihitung. Garis menjadi lebih halus, tetapi respons terhadap perubahan harga juga makin lambat.

MA periode pendek berada lebih dekat dengan harga. Garis ini cepat menangkap perubahan momentum, tetapi lebih sering menghasilkan gangguan atau noise. MA periode panjang bergerak lebih stabil dan menyaring lebih banyak noise, tetapi sinyalnya muncul lebih lambat.

Fungsi moving average pada grafik

  • Mengenali arah tren: kemiringan MA membantu menunjukkan kecenderungan naik, turun, atau datar.
  • Menyaring noise: rata-rata harga membuat arah umum lebih mudah dilihat dibanding setiap pergerakan candle.
  • Menjadi filter transaksi: trader dapat membatasi skenario bullish saat harga berada di atas MA dan skenario bearish saat harga berada di bawahnya.
  • Menandai area dinamis: MA dapat menjadi area support atau resistance yang bergerak bersama harga.
  • Membaca perubahan momentum: perubahan kemiringan atau persilangan dua MA dapat memberi indikasi awal perubahan kondisi.
Codex Image Sep 16 2026 01 36 30 PM
Garis MA membantu menyaring pergerakan harga dan memperjelas arah tren.

Jenis moving average: SMA, EMA, dan WMA

Perbedaan utama setiap jenis MA terletak pada bobot yang diberikan kepada data harga. Pemilihan jenis indikator memengaruhi kecepatan garis dalam merespons perubahan pasar.

Jenis Cara pembobotan Karakter Kegunaan umum
SMA Semua data mendapat bobot sama Lebih halus dan lambat Membaca tren umum dan level dinamis
EMA Harga terbaru mendapat bobot lebih besar Lebih responsif Membaca momentum dan perubahan tren lebih cepat
WMA Bobot meningkat secara terurut pada data terbaru Responsif terhadap harga terkini Alternatif MA berbobot untuk analisis jangka pendek

Simple Moving Average atau SMA

Simple Moving Average memberi bobot sama kepada seluruh harga dalam periode perhitungan. Pada SMA 20, setiap harga penutupan dari 20 candle terakhir memiliki pengaruh setara. Hasilnya cenderung halus dan tidak terlalu bereaksi terhadap satu perubahan harga terbaru.

SMA sering dipakai untuk melihat arah tren menengah atau panjang. Kekurangannya, perubahan tren baru dapat terlihat setelah pergerakan harga berkembang cukup jauh.

Exponential Moving Average atau EMA

Exponential Moving Average memberi bobot lebih besar kepada harga terbaru. EMA akan bereaksi lebih cepat daripada SMA dengan periode sama. Karakter ini membuat EMA populer untuk memantau momentum, pullback, dan crossover.

Respons lebih cepat bukan berarti akurasi selalu lebih tinggi. Pada pasar yang tidak memiliki arah jelas, EMA juga lebih cepat bereaksi terhadap noise dan dapat menghasilkan lebih banyak sinyal palsu.

Weighted Moving Average atau WMA

Weighted Moving Average memakai pembobotan bertingkat. Data terbaru mendapat bobot terbesar, sedangkan data lama mendapat bobot lebih kecil. WMA dapat menjadi alternatif saat trader membutuhkan indikator yang sensitif terhadap perubahan terkini.

Penggunaannya tidak seumum SMA dan EMA. Namun, prinsip pembacaannya tetap sama: perhatikan arah garis, posisi harga, periode, dan kondisi struktur pasar.

Pilih SMA atau EMA?

Tidak ada pilihan yang selalu terbaik. SMA cocok bagi trader yang ingin menyaring lebih banyak fluktuasi kecil. EMA cocok bagi trader yang membutuhkan respons lebih cepat. Pemilihan harus diuji pada aset, timeframe, dan aturan strategi yang sama.

Hindari mengganti jenis MA hanya karena beberapa transaksi terakhir tidak berhasil. Nilai indikator sebaiknya dinilai melalui pengujian historis yang memadai, bukan berdasarkan satu atau dua contoh grafik.

Cara memasang moving average pada grafik

Moving average tersedia pada TradingView, Stockbit, MetaTrader 4 atau MT4, MT5, dan sebagian besar platform charting. Nama menu dapat berbeda, tetapi proses umumnya serupa.

  1. Buka grafik aset yang akan dianalisis.
  2. Pilih menu indikator.
  3. Cari “Moving Average”, “Simple Moving Average”, atau “Exponential Moving Average”.
  4. Tambahkan indikator ke grafik.
  5. Buka pengaturan indikator untuk memilih periode, sumber harga, warna, dan ketebalan garis.
  6. Simpan pengaturan bila platform menyediakan fitur template.

Pilih sumber harga dan periode

Harga penutupan atau close menjadi pengaturan umum karena mencerminkan nilai akhir setiap candle. Angka periode menunjukkan jumlah candle yang dihitung. EMA 20 pada grafik satu jam menghitung data dari 20 candle satu jam, bukan 20 hari.

Makna periode selalu bergantung pada timeframe. MA 20 pada grafik harian mewakili rentang data lebih panjang dibanding MA 20 pada grafik lima menit.

Atur warna dan ketebalan garis

Gunakan warna kontras untuk membedakan MA pendek dan MA panjang. Contohnya, EMA 20 berwarna biru dan EMA 50 berwarna merah. Garis sebaiknya terlihat jelas tanpa menutupi candlestick.

Nama indikator juga perlu dicatat. Dua garis dengan periode berbeda tetapi warna terlalu mirip dapat menyebabkan salah baca, terutama ketika keduanya berpotongan.

Gunakan timeframe sesuai rencana trading

Timeframe kecil memberi lebih banyak sinyal, tetapi juga mengandung lebih banyak noise. Timeframe besar menghasilkan lebih sedikit sinyal dan memberi gambaran tren yang lebih luas. Pilih timeframe berdasarkan durasi posisi dan aturan strategi.

Trader dapat memakai analisis multi-timeframe, misalnya grafik harian untuk konteks tren dan grafik empat jam untuk eksekusi. Namun, aturan perpindahan timeframe harus ditetapkan lebih dahulu agar keputusan tidak berubah secara impulsif.

Cara membaca moving average pada grafik

Cara membaca moving average tidak hanya melihat apakah harga menyentuh garis. Tiga informasi utama perlu diperiksa: arah MA, posisi harga terhadap MA, dan perilaku harga ketika mendekati garis tersebut.

Baca arah atau kemiringan garis MA

  • MA menanjak: rata-rata harga meningkat dan pasar memiliki konteks tren naik.
  • MA menurun: rata-rata harga melemah dan pasar memiliki konteks tren turun.
  • MA mendatar: pasar tidak memiliki arah kuat atau sedang berkonsolidasi.

Kemiringan perlu dinilai bersama struktur harga. Tren naik lebih kuat bila harga membentuk puncak dan lembah yang lebih tinggi. Tren turun lebih jelas bila harga membentuk puncak dan lembah yang lebih rendah.

Baca posisi harga terhadap garis MA

Harga yang konsisten berada di atas MA menanjak menunjukkan dominasi momentum bullish. Harga yang konsisten berada di bawah MA menurun menunjukkan dominasi momentum bearish. Kondisi tersebut merupakan konteks, bukan perintah transaksi otomatis.

Jika harga bolak-balik menembus MA dan garis terlihat datar, pasar mungkin sideways. Strategi mengikuti tren atau crossover biasanya kurang efektif dalam kondisi ini. Trader dapat menunggu breakout struktur yang valid sebelum kembali menilai sinyal MA.

Gunakan MA sebagai support dan resistance dinamis

Dalam tren naik, harga dapat terkoreksi menuju MA lalu kembali naik. MA berfungsi sebagai area support dinamis. Dalam tren turun, pantulan menuju MA dapat tertahan sehingga garis bertindak sebagai resistance dinamis.

MA bukan level yang selalu menahan harga. Anggap garis sebagai area pengamatan, bukan batas presisi. Konfirmasi dapat berasal dari rejection candle, swing high atau swing low, level horizontal, dan perubahan momentum.

Pembacaan posisi harga terhadap moving average dan area pullback
Posisi harga dan kemiringan garis perlu dibaca bersama struktur pasar.

Arti MA 20, MA 50, MA 100, dan MA 200

Angka pada MA menunjukkan jumlah candle yang digunakan. Periode lebih kecil lebih sensitif terhadap perubahan harga. Periode lebih besar bergerak lebih lambat, tetapi memberikan konteks tren yang lebih luas.

Periode Karakter umum Penggunaan
MA 20 Cepat dan dekat dengan harga Momentum jangka pendek dan pullback
MA 50 Lebih halus Konteks tren menengah
MA 100 Relatif lambat Penyaring tren menengah hingga panjang
MA 200 Sangat halus dan lambat Konteks tren jangka panjang

Perbedaan MA 20 dan MA 50

MA 20 merespons perubahan harga lebih cepat sehingga lebih dekat dengan candlestick. Garis ini dapat membantu mengamati momentum pendek dan koreksi dangkal. Namun, sensitivitasnya membuat MA 20 lebih sering ditembus saat volatilitas meningkat.

MA 50 lebih lambat dan lebih halus. Trader sering memakainya untuk menilai tren menengah atau sebagai pasangan MA 20 dalam strategi crossover. Jarak yang melebar antara MA 20 dan MA 50 dapat menandakan momentum kuat, tetapi kondisi tersebut juga dapat menunjukkan harga sudah bergerak terlalu jauh dari rata-ratanya.

Cara membaca EMA 50 dan EMA 200

EMA 50 dapat dipakai untuk membaca arah tren menengah. EMA 200 memberi konteks lebih panjang. Harga di atas EMA 50 dan EMA 200 yang sama-sama menanjak menunjukkan struktur bullish lebih konsisten. Kondisi sebaliknya menunjukkan konteks bearish.

Ketika EMA 50 melintasi EMA 200, trader sering menyebutnya golden cross atau death cross. Karena memakai periode besar, sinyal muncul terlambat. Persilangan tidak membuktikan bahwa tren baru pasti berlanjut.

Pilih periode berdasarkan timeframe

Periode tidak boleh dipilih tanpa mempertimbangkan gaya trading. Scalper mungkin membutuhkan MA yang lebih sensitif pada timeframe kecil. Swing trader dapat memakai MA 20, 50, atau 200 pada grafik empat jam dan harian. Investor yang membaca tren panjang dapat lebih memperhatikan MA 100 atau MA 200.

Gunakan aturan yang konsisten ketika melakukan pengujian. Mengubah periode sampai garis tampak cocok dengan data masa lalu dapat menimbulkan curve fitting dan membuat hasil sulit diterapkan pada kondisi berikutnya.

Strategi moving average untuk pemula

Strategi MA sebaiknya memiliki aturan konteks, pemicu entry, titik invalidasi, target, dan ukuran posisi. Indikator hanya salah satu komponen rencana. Pemula yang belum memahami pasar forex dapat memulai dari penjelasan apa itu trading forex sebelum menguji strategi pada akun simulasi.

Strategi satu MA untuk mengikuti tren

Pasang satu EMA 20 atau EMA 50. Cari konteks bullish ketika garis menanjak dan harga bertahan di atasnya. Dalam konteks bearish, cari garis menurun dengan harga berada di bawahnya.

Trader kemudian menunggu pullback menuju MA dan melihat apakah struktur tren masih bertahan. Entry tidak dilakukan hanya karena harga menyentuh garis. Tunggu reaksi harga, misalnya candle penolakan atau terbentuknya swing baru sesuai arah tren.

Strategi crossover dua moving average

Strategi ini memakai MA pendek dan MA panjang, misalnya EMA 20 dan EMA 50. Persilangan EMA 20 ke atas EMA 50 menunjukkan momentum jangka pendek mulai lebih kuat. Persilangan EMA 20 ke bawah EMA 50 menunjukkan pelemahan momentum.

Crossover merupakan sinyal awal untuk evaluasi, bukan keputusan otomatis. Periksa apakah kedua garis memiliki kemiringan jelas, harga menembus struktur penting, dan pasar tidak berada dalam rentang sempit. Entry langsung pada setiap persilangan dapat menghasilkan banyak whipsaw.

Golden cross dan death cross

Golden cross umumnya merujuk pada MA 50 yang melintasi ke atas MA 200. Sinyal ini dianggap menunjukkan perubahan menuju konteks bullish jangka panjang. Death cross terjadi ketika MA 50 melintasi ke bawah MA 200 dan menunjukkan konteks bearish.

Keduanya bersifat tertunda. Harga bisa sudah bergerak jauh sebelum persilangan terbentuk. Golden cross juga dapat gagal bila harga kembali turun, sedangkan death cross dapat muncul mendekati akhir penurunan. Gunakan struktur harga dan manajemen risiko sebagai penyaring.

Strategi pullback ke area MA

Pullback memberi kesempatan menilai apakah tren masih dipertahankan. Dalam tren naik, tunggu harga terkoreksi ke EMA 20 atau EMA 50 tanpa merusak swing low penting. Cari reaksi bullish sebelum mempertimbangkan skenario lanjutan.

Dalam tren turun, tunggu pantulan menuju MA menurun. Skenario melemah bila harga menembus swing high penting dan MA mulai mendatar. Pengetahuan tentang chart pattern dapat membantu menghubungkan reaksi di sekitar MA dengan struktur harga yang lebih luas.

Contoh cara menggunakan moving average

Contoh tren naik dengan EMA 20 dan EMA 50

Misalkan harga berada di atas EMA 20 dan EMA 50. Kedua garis menanjak, sementara EMA 20 berada di atas EMA 50. Harga kemudian turun mendekati EMA 20, tetapi tidak mematahkan swing low sebelumnya.

Trader tidak langsung mengambil posisi. Ia menunggu candle ditutup kembali di atas area EMA 20 dan melihat terbentuknya lembah yang lebih tinggi. Stop loss ditempatkan pada titik yang membatalkan skenario, bukan pada jarak acak. Ukuran posisi dihitung dari batas risiko yang sudah ditentukan.

Contoh pasar sideways dan sinyal palsu

Dalam pasar sideways, EMA 20 dan EMA 50 tampak mendatar. Harga bergerak di atas dan di bawah kedua garis tanpa membentuk rangkaian puncak atau lembah yang konsisten. EMA 20 berpotongan dengan EMA 50 beberapa kali.

Setiap crossover dalam kondisi tersebut berisiko gagal karena tidak ada tren yang cukup kuat. Pilihan disiplin adalah menunggu harga keluar dari rentang, membentuk struktur baru, lalu menilai kembali kemiringan MA. Tidak mengambil posisi juga merupakan keputusan trading.

Perbandingan sinyal moving average pada tren dan pasar sideways
Crossover lebih rentan menghasilkan sinyal palsu saat pasar bergerak sideways.

Checklist sebelum memakai sinyal MA

  • Apakah MA menanjak, menurun, atau mendatar?
  • Apakah harga berada konsisten di satu sisi MA?
  • Apakah struktur harga mendukung arah sinyal?
  • Apakah harga berada dekat support atau resistance horizontal?
  • Apakah sinyal muncul dalam tren atau pasar sideways?
  • Di mana titik invalidasi dan stop loss?
  • Berapa ukuran posisi berdasarkan batas risiko?
  • Apakah potensi hasil sebanding dengan risiko?
  • Apakah biaya transaksi dan spread sudah dipertimbangkan?

Kesalahan umum saat memakai moving average

Memakai terlalu banyak garis MA

Lima atau enam garis MA belum tentu memberi analisis lebih baik. Grafik dapat menjadi penuh, sementara persilangan menghasilkan pesan berbeda. Mulai dengan satu MA sebagai filter tren atau dua MA untuk membandingkan momentum.

Tambahkan indikator hanya jika memiliki fungsi berbeda dan aturan yang jelas. Indikator yang mengolah data harga serupa sering memberi informasi berulang, bukan konfirmasi independen.

Menganggap crossover selalu akurat

Crossover muncul setelah rata-rata harga berubah. Keterlambatan tersebut dapat menyebabkan entry terjadi ketika pergerakan sudah berkembang. Dalam kondisi sideways, crossover dapat berulang tanpa tren lanjutan.

Uji strategi pada data historis dan catat kondisi pasar saat sinyal berhasil atau gagal. Proses belajar trading forex secara terstruktur perlu mencakup jurnal, evaluasi, dan latihan pada lingkungan simulasi.

Mengabaikan stop loss dan ukuran posisi

MA tidak menghapus risiko pasar. Harga dapat menembus garis dengan cepat akibat volatilitas, perubahan sentimen, atau rilis informasi penting. Stop loss menentukan kapan skenario dianggap tidak valid.

Ukuran posisi harus disesuaikan dengan jarak stop loss dan batas risiko. Posisi terlalu besar dapat menyebabkan kerugian berat meski strategi memiliki dasar analisis yang baik. Jangan memperlebar stop loss hanya untuk menghindari penutupan posisi.

Pertanyaan umum tentang moving average

Setting moving average terbaik apa?

Tidak ada setting yang terbaik untuk semua aset dan timeframe. MA 20 lebih responsif, MA 50 lebih halus, sedangkan MA 200 memberi konteks panjang. Pilih berdasarkan tujuan strategi, lalu uji dengan aturan yang konsisten pada data historis.

Apakah MA 20 cocok untuk scalping?

MA 20 dapat dipakai pada timeframe kecil untuk membaca momentum dan pullback. Namun, scalping menghadapi noise, spread, slippage, dan biaya transaksi lebih sering. Sinyal perlu diuji pada instrumen dan jam trading yang digunakan.

Apa rumus Simple Moving Average?

Rumus SMA adalah jumlah harga penutupan selama periode tertentu dibagi jumlah periode:

SMA = (P1 + P2 + P3 + … + Pn) / n

Contoh: tiga harga penutupan terakhir adalah 100, 103, dan 107. Perhitungannya menjadi (100 + 103 + 107) / 3 = 103,33. Ketika candle baru terbentuk, harga tertua dikeluarkan dan harga terbaru dimasukkan.

Bagaimana cara melihat moving average di Stockbit?

Buka grafik saham, cari menu indikator, lalu pilih Moving Average. Sesuaikan jenis MA, periode, sumber harga, dan warna. Posisi atau nama menu dapat berubah mengikuti pembaruan antarmuka platform.

Bagaimana cara membaca moving average untuk pemula?

Mulai dari tiga hal: lihat apakah garis naik atau turun, periksa apakah harga berada di atas atau bawah garis, lalu nilai apakah pasar sedang trending atau sideways. Jangan memakai sentuhan atau crossover sebagai sinyal tunggal.

Apakah moving average bisa digunakan pada semua pasar?

MA dapat dipasang pada forex, saham, komoditas, indeks, dan aset kripto selama tersedia data harga. Efektivitasnya berbeda karena setiap instrumen memiliki volatilitas, likuiditas, jam perdagangan, dan karakter tren berbeda.

Kesimpulan

Cara menggunakan moving average yang disiplin berawal dari pemilihan jenis, periode, dan timeframe sesuai rencana. Baca kemiringan garis, posisi harga, struktur pasar, dan reaksi di sekitar support resistance dinamis. Gunakan strategi satu MA, crossover, atau pullback sebagai kerangka analisis, bukan sinyal transaksi otomatis.

MA bekerja lebih baik saat tren jelas dan lebih rentan menghasilkan sinyal palsu saat pasar sideways. Uji aturan pada data historis, gunakan stop loss, hitung ukuran posisi, dan batasi risiko setiap transaksi. Materi ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi investasi atau trading. Setiap keputusan dan risiko tetap menjadi tanggung jawab masing-masing trader.

Bergabunglah dengan Tim Perdagangan
Kami!

Star Star Star Star Star Mitra Transparansi FXVERIFY

Klien diberikan akun yang berisi dana virtual sebagai bagian dari model perdagangan kami yang didanai. Aktivitas perdagangan mereka di akun virtual direplikasi secara real-time oleh algoritma eksklusif kami ke akun perdagangan perusahaan langsung kami, sehingga menghasilkan arus kas aktual.

Penutupan Kinerja Hipotetis

Hasil kinerja hipotetis memiliki banyak keterbatasan yang melekat, beberapa di antaranya dijelaskan di bawah ini. Tidak ada pernyataan yang dibuat bahwa akun mana pun kemungkinan akan memperoleh imbalan atau kerugian berbasis kinerja serupa dengan yang ditunjukkan. Seringkali terdapat perbedaan tajam antara hasil kinerja hipotetis dan hasil aktual yang dicapai oleh program perdagangan tertentu. Salah satu keterbatasan hasil kinerja hipotetis adalah bahwa hasil kinerja tersebut umumnya disusun dengan melihat ke belakang. Selain itu, perdagangan hipotetis tidak melibatkan risiko finansial, dan tidak ada catatan perdagangan hipotetis yang dapat sepenuhnya menjelaskan dampak risiko finansial pada perdagangan sebenarnya. Misalnya, kemampuan untuk menahan kerugian atau mematuhi program perdagangan tertentu meskipun mengalami kerugian perdagangan adalah hal yang penting, yang juga dapat berdampak buruk pada hasil perdagangan sebenarnya. Ada banyak faktor lain yang terkait dengan pasar secara umum atau penerapan program perdagangan tertentu, yang tidak dapat sepenuhnya diperhitungkan dalam penyusunan hasil kinerja hipotetis, dan semuanya dapat berdampak buruk pada hasil perdagangan. Testimonial yang muncul di situs web ini mungkin tidak mewakili klien atau pelanggan lain dan bukan merupakan jaminan kinerja atau kesuksesan di masa depan.

Pengungkapan Kinerja Hipotetis – Peraturan CFTC 4.41

Hasil perdagangan yang disimulasikan atau hipotetis memiliki keterbatasan yang melekat. Tidak seperti catatan kinerja sebenarnya, catatan tersebut tidak mewakili aktivitas perdagangan nyata dan mungkin dirancang untuk melihat ke belakang. Tidak ada pernyataan yang dibuat bahwa akun mana pun akan, atau kemungkinan besar, memperoleh keuntungan atau kerugian serupa dengan yang ditunjukkan atau tersirat.

Pengungkapan Risiko

Ini bukan peluang investasi. Anda tidak menyetor dana apa pun untuk investasi. Kami tidak meminta dana apa pun untuk investasi. Anda tidak akan pernah mempertaruhkan modal Anda sendiri. Tidak ada janji imbalan atau imbalan. Perdagangan mengandung risiko besar dan bukan untuk setiap investor. Seorang investor bisa kehilangan seluruh atau lebih dari investasi awal. Modal risiko adalah uang yang dapat hilang tanpa membahayakan keamanan finansial atau gaya hidup seseorang. Hanya modal risiko yang boleh digunakan untuk perdagangan, dan hanya mereka yang memiliki modal risiko memadai yang boleh mempertimbangkan perdagangan. Kinerja masa lalu belum tentu menunjukkan hasil di masa depan.

Pengungkapan Kompensasi Pelanggan

Semua perdagangan yang disajikan untuk kompensasi pelanggan harus dianggap hipotetis dan tidak diharapkan untuk direplikasi dalam lingkungan simulasi perdagangan. Semua akun dalam program WeMasterTrade dapat mewakili akun perdagangan simulasi. Pembayaran dikumpulkan dan difasilitasi oleh Diretio Holding Ltd (Nomor Registrasi: HE 481457), Aiolou & Panagioti Diomidous 9, Katholiki, 3020 Limassol, Siprus, bertindak sebagai Agen Pembayaran atas nama WeMasterTrade, dengan entitas yang berlaku ditentukan berdasarkan lokasi pengguna dan metode pembayaran yang dipilih.

Proses Penyelesaian Pengaduan

Jika Anda yakin berhak atas kompensasi karena kesalahan platform atau kerusakan sistem, silakan hubungi [email protected] dalam waktu 7 hari setelah kejadian. Tim kami akan meninjau dan merespons dalam 5 hari kerja. Jika pengaduan tersebut valid, maka kompensasi akan diproses dalam waktu 14 hari kerja.

Kompensasi terbatas pada nilai biaya layanan yang dibayarkan untuk akun yang terkena dampak. WeMasterTrade tidak bertanggung jawab atas kerugian yang diakibatkan oleh kondisi pasar, kesalahan pengguna, atau gangguan layanan pihak ketiga.

Negara yang Dibatasi

WeMasterTrade tidak menyediakan layanan akun perdagangan untuk penduduk Vietnam, Israel, Rusia, Korea Utara, Iran, dan beberapa negara lainnya.

Platform Metatrader 5 tidak menyediakan layanan akun perdagangan untuk penduduk Vietnam, AS, Kanada, Israel, Rusia, Korea Utara, Iran, dan beberapa negara lainnya.

Chat
Complaint & Review Form